TUGAS 3 WEEK 5

  • Identifikasi sistem yang kompleks dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dikelola oleh sistem komputasi (Sistem Informasi, DSS, ERP, dll.)


Sistem Penyimpanan Pergudangan
Penerimaan dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan adalah garis besar dari aktifitas penyimpanan. Saat ini gudang memiliki arti luas dan lebih dari sekedar tempat penyimpanan saja. Gudang itu sendiri tidak menambah nilai barang secara langsung, tidak ada perubahan citarasa, bentuk, kemasan, dll. Intinya tidak ada kegiatan proses operasi pada barang, yang ada adalah aktifitas transportasi barang dari satu tempat ke tempat lainnya, itu secara umum kegiatan di Gudang.


sistem komputasi yang digunakan diantara lain.


Data Warehouse
Data warehouse adalah koleksi dari data yang subject-oriented, terintegrasi, time-variant, dan nonvolatile, dalam mendukung proses pembuatan keputusan. Sering diintegrasikan dengan berbagai sistem aplikasi untuk mendukung pemrosesan informasi dan analisis data dengan menyediakan platform untuk historical data. Data warehousing: proses konstruksi dan penggunaan data warehouse.


ERP
ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. Sistim ERP dibagi atas beberapa sub-sistim yaitu sistim Financial, sistim Distribusi, sistim Manufaktur, sistim Maintenance dan sistim Human Resource. Industri analis TI seperti Gartner Group dan AMR Research telah sejak awal tahun 90an memantau dan menganalisa paket-paket aplikasi yang tergolong dalam sistim ERP.

SCM
Supply Chain Management adalah sistematika, koordinasi strategis dari fungsi bisnis tradisional dalam sebuah perusahaan swasta dan menyeberangi bidang usaha dalam supply  chain untuk tujuan meningkatkan kinerja jangka panjang dari perusahaan individu dan supply chain sebagai keseluruhan.

  •   Membedakan antara 4 jenis konteks masalah (sederhana/jelas, rumit, rumit, kacau) untuk sistem yang berbeda.
cynefin-model



1. Simple (Sederhana)
Problem ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya sangat jelas dan erat. Saking jelasnya, sehingga semua orang juga tahu. Sumber pengetahuan ada di mana-mana dan bisa dilakukan siapa saja.
Untuk mengatasinya tidak memerlukan analisa dan pemikiran yang jelimet. Pendekatan yang dilakukan adalah Sense->Categorize->Respond. Artinya kita tinggal melihat situasinya bagaimana, kemudian mengidentifikasi akar masalahnya termasuk kategori apa, kemudian langsung merespon/mencabut akar masalahnya.
2. Complicated (Rumit)
Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya belum jelas. Sehingga untuk mengetahui penyebabnya, butuh pemeriksaan lebih lanjut, butuh analisa lebih lanjut. Penyebab/akar masalahnya bisa lebih dari satu kemungkinan dan bisa saling berkaitan. Sumber pengetahuan tersedia dan dapat diajarkan.
Karena membutuhkan pemeriksaan dan analisa, maka pendekatan yang dilakukan adalah Sense->Analyze->Respond. Kita lihat dulu situasinya untuk mendefinisikan masalahnya, kemudian kita analisa apa saja kemungkinan yang menjadi penyebabnya, kemudian merespon atau mengambil tindakan yang diperlukan.
3. Complex
Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang hubungan antara penyebab dan akibatnya tidak jelas. Sehingga untuk mengatasinya membutuhkan perenungan, kontemplasi, bertapa, mencari petunjuk, meminta pencerahan. Sumber pengetahuan mungkin tersedia tapi sangat terbatas.
Karena membutuhkan kontemplasi, pendekatan yang dilakukan adalah Probe->Sense->Respond. Jadi kita harus coba-coba dulu. Siapa tahu berhasil. Jika ternyata berhasil, baru kita bisa lihat mengapa berhasil kemudian merespon/menunjukkan penemuan tersebut.
4. Chaos (Kacau)
Problem jenis ini didefinisikan sebagai problem yang tidak memiliki hubungan antara penyebab dan akibat. Sehingga untuk mengatasinya bukan dengan berpikir atau kontemplasi. Tapi langsung bertindak tanpa banyak berpikir.
Pendekatan yang dilakukan adalah Act->Sense->Respond, yaitu kita bertindak dulu kemudian
Contoh: Server crash, database corrupt, disk failed, kebakaran, kerusuhan, mendirikan bisnis baru, penyerbuan, peperangan.



  • Cari studi kasus tentang strategi perusahaan dalam mengelola analitik data besar

UPS BERSAING SECARA GLOBAL DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI

UPS memiliki sistem berbasis web Post Sales Order mengelola melayani jasa pesanan dan persediaan secara global, untuk penyediaan suku cadang yang penting. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan pabrikan elektronik berteknologi tinggi, industri penerbangan, industri peralatan kesehatan, dan perusahaan lainnya yang sedang melakukan pengiriman suku cadang dapat secara cepat mengakses persediaan suku cadang tersebut, menentukan strategi terbaik dalam menjawab kebutuhan pelanggan, melakukan pemesanan secara online, juga mengawasi suku cadang yang dikirim dari gudang ke penerima. Sistem otomatis surel atau faks, menjamin pelanggan menerima informasi kejadian-kejadian penting dalam pengiriman, dan menyediakan notifikasi apabila terjadi perubahan dalam jadwal penerbangan bagi perusahaan penerbangan komersial yang sedang membawa suku cadang tersebut.

Saat ini, UPS telah memiliki pendayagunaan dari kemampuan mengelola jaringan pengiriman global yang  mengelola logistik dan manajemen rantai pasokan atas setiap perusahaan lainnya. Dengan membentuk divisi Solusi Rantai Pasokan (UPS Supply Chain Solutions) yang memberikan perusahaan dalam rantai tersebut paket lengkap standar pelayanan berikut dengan besaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun sistem dan infrastruktur mereka sendiri. Pelayanan ini meliputi perancangan dan pengelolaan rantai pasokan, biaya pengiriman, biaya bea cukai, jasa surat-menyurat, multi transportasi, dan jasa keuangan, dan tambahannya adalah jasa logistik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Big data 2

Text Minning